Nama : Siti Azizah Aini
Kelas : TI 5 B
NIM : 221101048
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri
9 Platform IoT Terbaik
untuk Manajemen Perangkat
1. Firebase
Firebase adalah alat database dari Google yang membantu pengembang aplikasi dengan berbagai layanannya. Berikut pengertian dan cara kerja Firebase:
Pengertian :
Firebase adalah Backend as a Service (BaaS) yang menyediakan layanan untuk mengembangkan aplikasi web dan seluler.
Cara kerja :
Firebase menyimpan dokumen dalam format JSON (JavaScript Object Notation). Data disimpan secara lokal, dan bahkan saat offline, kejadian realtime terus terjadi. Saat koneksi kembali online, data akan otomatis tersinkronisasi.
Fitur-fitur
Firebase memiliki beberapa fitur, seperti :
Firebase Cloud Messaging (FCM) : Layanan untuk mengirim pesan atau notifikasi ke perangkat pengguna.
Firebase Crashlytics : Tools untuk memberi tahu adanya error pada aplikasi.
Firebase Hosting : Layanan hosting konten web yang dapat menayangkan konten statis maupun dinamis ke jaringan penayangan konten.
2. Ubidots
Ubidots adalah platform Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan data dari perangkat apa pun yang terhubung ke internet, kemudian mengubahnya menjadi informasi yang dapat diolah:
Cara kerja :
Ubidots mengumpulkan data sensor dan mengubahnya menjadi nilai yang dapat divisualisasikan, serta memicu tindakan dan peringatan berdasarkan data tersebut.
Manfaat :
Ubidots dapat digunakan untuk membuat aplikasi berbasis IoT, seperti aplikasi pemantau kesehatan, minyak dan gas, dan analisis ritel.
Fitur :
Ubidots menyediakan layanan notifikasi email dan SMS berdasarkan trigger yang dibuat data sensor.
3. Thingspeak
ThingSpeak adalah platform Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan memvisualisasikan data dari perangkat IoT. ThingSpeak bekerja di cloud dan menggunakan protokol HTTP untuk mengirim dan menerima data.
Berikut ini adalah beberapa fitur ThingSpeak :
Menggabungkan, memvisualisasikan, dan menganalisis data secara langsung di cloud
Menyediakan visualisasi instan dari data yang diunggah oleh perangkat
Melakukan analisis dan pemrosesan daring terhadap data yang masuk
Menyediakan dashboard gratis untuk memantau nilai-nilai data yang dikirimkan oleh perangkat IoT
Berfungsi dengan Arduino, Raspberry Pi, dan MATLAB
Dapat digunakan untuk pengaplikasian sensor logging, location tracking, dan lain-lain
4. Blynk
Blynk adalah platform Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan memantau perangkat keras secara jarak jauh. Blynk bekerja dengan cara:
Menghubungkan perangkat keras IoT: Blynk dapat menghubungkan perangkat keras IoT dengan platform IoT.
Menangani konektivitas: Blynk Library merupakan ekstensi yang berjalan pada perangkat keras untuk menangani konektivitas, autentikasi perangkat di cloud, dan pemrosesan perintah.
Bertukar data: Virtual Pins adalah abstraksi Blynk yang memungkinkan perangkat keras berkomunikasi dengan Blynk.
Mengontrol perangkat keras : Blynk dapat mengontrol perangkat keras dari jarak jauh.
Menampilkan data sensor : Blynk dapat menampilkan data sensor.
Menyimpan data : Blynk dapat menyimpan data dan memvisualisasikannya.
5. Antares
Antares adalah sebuah platform Internet of Things (IoT) berbasis cloud yang dikembangkan oleh Telkom Indonesia. Platform ini dirancang untuk memudahkan pengembang dan perusahaan dalam membangun, mengelola, dan memonitor aplikasi serta perangkat IoT. Antares menyediakan berbagai fitur, seperti konektivitas untuk perangkat IoT, pengelolaan data, integrasi API, dan pengaturan perangkat secara remote.
Dengan Antares, pengguna dapat menghubungkan perangkat IoT mereka ke platform, mengirim dan menerima data, serta melakukan pengelolaan perangkat dari jarak jauh melalui dashboard yang intuitif. Platform ini bertujuan untuk mendukung ekosistem IoT di Indonesia dengan menyediakan solusi IoT yang lengkap, aman, dan mudah diakses.
6. Thingsboard
ThingsBoard adalah sebuah platform open-source yang dirancang untuk Internet of Things (IoT). Platform ini digunakan untuk mengumpulkan, memproses, memvisualisasikan, dan mengelola data dari berbagai perangkat IoT. ThingsBoard menyediakan infrastruktur berbasis cloud atau on-premise yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan dan mengontrol perangkat IoT dengan skala besar.
Fitur utama ThingsBoard meliputi manajemen perangkat, dasbor visualisasi data, pengolahan data real-time, dan integrasi dengan berbagai protokol komunikasi seperti MQTT, CoAP, dan HTTP. Platform ini juga mendukung otomasi perangkat melalui aturan berbasis event dan memiliki kemampuan untuk mengirim notifikasi atau melakukan tindakan otomatis berdasarkan kondisi tertentu.
ThingsBoard sering digunakan oleh pengembang dan perusahaan untuk membangun solusi IoT yang efisien di berbagai sektor, seperti energi, pertanian, manufaktur, dan transportasi.
7. Thinger. io
Thinger.io adalah platform Internet of Things (IoT) berbasis cloud yang menyediakan infrastruktur untuk menghubungkan, mengelola, dan memantau perangkat IoT secara efisien. Platform ini memudahkan pengembang dalam membuat solusi IoT dengan menyediakan berbagai alat untuk menghubungkan perangkat, menyimpan data, dan membangun aplikasi IoT tanpa perlu mengelola infrastruktur backend secara manual.
Thinger.io mendukung berbagai protokol komunikasi seperti MQTT, HTTP, dan WebSockets, serta memungkinkan integrasi dengan layanan cloud lain seperti AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud. Pengguna dapat membuat dashboard kustom untuk visualisasi data, mengelola perangkat dari jarak jauh, serta mengotomatiskan tindakan berdasarkan data yang diterima.
Platform ini cocok untuk berbagai aplikasi IoT, baik untuk hobi, proyek kecil, hingga implementasi IoT skala besar di sektor industri dan komersial.
8. Telkomsel IoT
Telkomsel IoT adalah solusi Internet of Things (IoT) yang disediakan oleh Telkomsel, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Telkomsel IoT menawarkan berbagai layanan dan platform untuk membantu bisnis dan organisasi dalam mengembangkan, mengelola, dan memantau perangkat IoT di berbagai sektor industri, seperti transportasi, manufaktur, logistik, energi, dan pertanian.
Layanan Telkomsel IoT meliputi konektivitas berbasis jaringan IoT (seperti NB-IoT, LTE-M, dan 5G), manajemen perangkat, analitik data, serta integrasi dengan berbagai solusi cloud. Telkomsel IoT juga menyediakan solusi khusus untuk kebutuhan industri, seperti IoT untuk fleet management (manajemen armada), smart city, smart manufacturing, dan monitoring remote.
Dengan fokus pada ekosistem IoT yang lengkap dan dukungan infrastruktur jaringan yang luas, Telkomsel IoT bertujuan untuk mendukung transformasi digital dan meningkatkan efisiensi operasional di berbagai bidang industri di Indonesia.
9. Geeknesia
Geeknesia adalah sebuah platform berbasis cloud yang ditujukan untuk pengembang perangkat lunak dan hardware, terutama yang berkaitan dengan Internet of Things (IoT). Platform ini menyediakan berbagai layanan yang membantu pengembang membangun, mengelola, dan menjalankan proyek IoT dengan lebih mudah. Geeknesia menawarkan infrastruktur seperti dashboard, API, dan integrasi dengan perangkat IoT sehingga pengguna dapat dengan cepat menghubungkan perangkat mereka ke internet, mengontrolnya, serta memonitor kinerjanya secara real-time.
Tujuan utama Geeknesia adalah mempercepat pengembangan solusi IoT dengan menyediakan alat dan layanan yang memudahkan para pengembang dalam proses pengembangan, tanpa harus memikirkan banyak hal teknis yang mendalam terkait dengan backend, server, atau infrastruktur lainnya.








